4 Contoh Segmentasi Pasar: Pengertian dan Cara Melakukannya

5/5 - (2 votes)

Ada banyak contoh segmentasi pasar yang merupakan cara ampuh untuk menentukan target pasar yang tepat bagi para pelaku usaha. Dengan begitu, bisnis akan berkembang dan dapat dikenal luas, salah satunya yaitu dengan cara promosi online. Namun apa itu segmentasi pasar?

Segmentasi adalah pembagian sesuatu ke dalam segmen atau kelompok yang setara. Sedangkan segmentasi pasar adalah pembagian pasar menjadi kelompok-kelompok yang dibedakan berdasarkan perilaku calon konsumen yang berbeda-beda, dikutip dari wikipedia.

Contoh Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar memiliki banyak pembagian di dalamnya yang menjadi dasar penentuan segmentasi. Contoh segmentasi pasar apa saja? Anda sebagai pelaku usaha dapat melihat contoh segmentasi berikut untuk membantu penjualan usaha yang Anda miliki.

Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis terdiri dari dimana wilayah konsumen, apakah berada di dataran tinggi, di pulau yang jauh dari ibukota, dsb. Sebagai contoh, penjualan produk mesin kapal nelayan akan lebih strategis jika dipasarkan di daerah pesisir atau di kota-kota yang identik dengan pelelangan ikan.

Segmen geografis ini akan bermakna jika Anda dapat membedakan target pemasaran produk mobil mana yang cocok untuk berkendara di gurun. Bedakan dengan mobil yang cocok untuk berkendara di dalam kota (city car).

Segmentasi Demografis

Demografis meliputi berbagai variabel seperti jenis kelamin, usia konsumen, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, agama, ras, dll. Berdasarkan variabel-variabel di atas, produk usaha yang Anda miliki dapat menemukan target yang tepat, sehingga tidak salah sasaran.

Segmentasi Perilaku

Yang dimaksud perilaku disini adalah bagaimana respon calon konsumen terhadap produk Anda. Akan Anda jumpai beberapa segmen lanjutan, seperti segmen kualitas, segmen harga menurut konsumen, segmen fungsi, ataupun juga segmen gengsi.

Konsumen akan menilai produk Anda berdasarkan kondisi mereka. Sehingga hal ini menjadi penting untuk menentukan cara pemasaran produk Anda.

Segmentasi Psikografi

Psikografi membedakan calon konsumen berdasarkan gaya hidup, kelas-kelas sosial, dan juga kepribadian. Melalui tujuan produk ataupun harga produk, Anda dapat menentukan dari psikografis mana calon konsumen Anda akan datang.

Persyaratan Segmentasi yang Efektif

Proses segmentasi pasar memiliki persyaratan agar segmentasi berjalan dengan efektif dan berguna bagi produsen. Berikut beberapa kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi agar segmentasi berhasil Anda lakukan.

  • Dapat diukur, artinya segmen pasar yang telah Anda tentukan memiliki luas, besar cakupan, dan daya beli yang cukup untuk Anda jadikan data. Anda tidak mungkin hanya menargetkan segelintir orang saja untuk target Anda.
  • Dapat dijangkau, selain memiliki target segmen yang luas, produk Anda harus dapat dengan mudah dijangkau oleh segmen tersebut. Di zaman sekarang juga sudah terbantu dengan kerja online secara jual beli online. Namun perlu diperhatikan juga, bagaimana cara mereka membeli secara online?
  • Cukup luas, dalam pembangunan pasar, segmen yang sudah ditentukan haruslah cukup luas. Hal ini akan mendatangkan keuntungan yang sejak awal memang menjadi salah satu tujuan utama Anda menciptakan produk tersebut.
  • Dapat dijalankan, dengan ketiga syarat di atas, seharusnya Anda tidak mempersulit bagaimana produk Anda akan dijual. Jangan sampai penentuan-penentuan sebelumnya menjadi tidak efektif karena calon konsumen tidak dapat menjangkau produk Anda.

Cara Melakukan Segmentasi Pasar

Cara Melakukan Segmentasi Pasar

Setelah mengetahui contoh segmentasi pasar, lalu bagaimana cara melakukan segmentasi pasar? Sebelum melakukan pemasaran atau pembuatan produk, Anda dapat menentukan segmentasi pasar dengan langkah-langkah sebagai berikut.

Menentukan Target Pemasaran

Jika Anda memulai jenis usaha baru, maka Anda harus mencari konsumen yang baru pula. Karena Anda belum memiliki pandangan akan target yang cocok. Jika Anda memiliki bisnis yang sudah berjalan, Anda dapat mencari konsumen yang lebih detail/fokus berdasarkan penjualan produk-produk sebelumnya.

Target pemasaran ini dapat Anda tentukan berdasarkan segmentasi produk di atas dan produk apa yang akan Anda jual. Hal ini nantinya akan berhubungan dengan iklan yang merupakan salah satu penghantar pesan sesuai dengan target segmentasi.

Apa yang Konsumen Inginkan

Kebutuhan konsumen yang sesuai dengan produk usaha Anda memiliki hubungan yang berbanding lurus. Tentunya Anda tidak mau jika salah memasarkan produk kepada konsumen yang tidak memerlukan produk Anda.

Bagaimana cara mengetahui kebutuhan konsumen? Anda dapat menanyakan secara langsung, membuat survey di media sosial, atau melakukan tes gratis kepada konsumen di tempat umum. Jangan lupa, Anda harus menargetkan dari berbagai segmentasi di atas agar keakuratan data terjamin.

Perilaku Konsumen terhadap Produk

Produk-produk yang Anda tes kepada konsumen, dapat Anda lihat perilakunya. Segala bentuk perlakuan konsumen terhadap produk akan menjadi hasil analisis. Misal, keadaan konsumen sebelum bertemu produk Anda baik, namun setelahnya buruk, menandakan ada yang salah dengan produk Anda.

Menganalisis Data

Hasil analisis data seperti nomor 3, akan memberikan informasi baru terhadap produk. Anda dapat mengolah data-data masukan tersebut dan pada akhirnya, Anda dapat menentukan pasar yang tepat berdasarkan segmentasi tadi.

Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah langkah selanjutnya setelah Anda berhasil mendapatkan segmentasi pasar yang tepat. Contohnya dengan iklan, Anda dapat membuat konsep iklan yang sesuai dengan segmentasi produk Anda. Iklan makanan ringan akan jauh berbeda dengan iklan pakan ternak. Maka dari itu Anda juga harus tau bagaimana cara membuat copywriting yang benar.

Evaluasi Pasar

Evaluasi adalah hal yang penting untuk Anda lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil terbaik. Respon pasar ketika peluncuran produk pertama Anda akan sangat menentukan langkah produk Anda selanjutnya.

Masukan-masukan akan kekurangan dari produk menjadi bahan evaluasi untuk Anda yang tidak bisa diabaikan. Contoh segmentasi pasar berdasarkan perbedaan konsumen akan memberikan respon yang berbeda-beda terhadap produk Anda.

Manfaat Segmentasi Pasar

Contoh segmentasi pasar di atas dapat memberikan manfaat dan berbagai pengaruh yang dapat membantu produk Anda terus berkembang. Berikut beberapa manfaat yang dapat Anda peroleh jika menerapkan segmentasi pasar.

Memfokuskan Ide Pemasaran

Ketika segmentasi Anda lakukan, maka peluang pemasaran menjadi semakin besar. Hal ini juga akan berpengaruh pada ide pemasaran yang semakin mengerucut sehingga Anda tidak perlu mencari ide yang umum. Kegiatan pemasaran akan berjalan secara lebih baik.

Membantu Perusahaan Memelihara Produk

Tidak semua produk merupakan produk tahan lama. Contohnya saja makanan atau minuman yang memiliki masa kadaluarsa. Tentunya dengan segmentasi pasar, Anda dapat memantau pemeliharaan produk agar tidak terbuang sia-sia karena salah menargetkan konsumen.

Membentuk Perusahaan Mengatur Keuangan

Dengan adanya segmentasi pasar, keuangan perusahaan akan lebih terkontrol. Tidak akan ada dana tak terduga yang sering muncul dibanding dengan Anda tidak melakukan segmentasi. Segmentasi pasar yang sudah terbentuk akan mendatangkan budgeting yang juga terkontrol.

Meningkatkan Daya Tarik terhadap Konsumen

Pasar yang homogen akan terbentuk dari hasil segmentasi Anda, yaitu kumpulan orang-orang yang hanya membutuhkan produk Anda. Dengan begitu, Anda dapat membuat promosi yang lebih tepat sasaran dan hasilnya daya tarik konsumen ikut meningkat.

Dari manfaat-manfaat tersebut, diharapkan para pelaku usaha seperti wirausaha, pebisnis, ataupun perusahaan dapat melakukan segmentasi pasar sebelumnya.


Contoh segmentasi pasar dan ulasan lain di atas dapat Anda masukkan sebagai modal untuk memulai usaha Anda, banyak jenis usaha cepat berkembang yang bisa Anda lakukan. Segmentasi pasar akan membantu Anda untuk mencapai target pasar yang sesuai.

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

error: Content is protected !!