Perbedaan Orang Sibuk Dengan Orang Produktif TERLENGKAP

Perbedaan Orang Sibuk Dengan Orang Produktif TERLENGKAP

Bismillah – Kali ini DosenOnline.ID kepengen share dikit tentang perbedaan orang Sibuk dengan orang Produktif, Boleh ya? Kata-kata sibuk sering dilontarkan pada kamu yang memiliki kesibukan seperti bekerja, sekolah dan sebagainya. Namun, meskipun kamu pada posisi sibuk, apakah kamu tetap produktif?

Kesibukan memang sering dialami oleh semua orang, tapi apakah kamu tahu mengenai perbedaan orang sibuk dengan orang produktif ? jika iya, kamu termasuk orang sibuk atau produktif?

Banyak orang merasa dirinya produktif, padahal sebenarnya cuma sekedar sibuk…
Apa bedanya sibuk dan produktif? Yuk kita bahas…

9 Hal utama yang membedakan orang sibuk dan orang produktif

  1. Prioritas
    Dalam segi prioritas juga termasuk dalam perbedaan antara orang sibuk dan orang produktif. Setiap hari kita pasti kita melakukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Namun, dari sekian banyaknya pekerjaan dan aktivitas jika kamu orang produktif, hanya ada beberapa pekerjaan saja yang akan menjadi prioritas dan bisa juga juga semua hal menjadi prioritas.
  2. NO dan YES
    Pada orang produktif, kamu harus tau kapan bilang “NO” dan kapan bilang “YES”.
  3. Berpikir dan Bertindak
    Kali ini ada hubungannya dengan bagaimana kamu bertindak. Jika kamu orang produktif maka kamu berpikir dua kali sebelum melakukan action. Sering juga masih ragu, dan membutuhkan beberapa waktu untuk memutuskan. Nah, kalau kamu orang sibuk, tanpa berikir panjang lebar, kamu langsung bertindak, tanpa berpikir ulang resikonya.
  4. Fokus dan multitasking
    Jenis kinerja mengerjakan sesuatu berbeda. Beberapa dari mereka berfokus pada satu tugas sekaligus, termasuk pada orang yang produktif. Sementara itu, orang yang sibuk terutama dalam multitasking bisa melakukan berbagai jenis pekerjaan sekaligus.
  5. Titik fokus
    Pada bagian ini, akar masalah atau pekerjaan dipertimbangkan. Jika, saat Anda melakukan sesuatu, Anda memusatkan perhatian pada gambaran besar, lalu Anda masuk orang yang produktif. Sementara jika Anda fokus pada detail masing-masing titik, Anda termasuk orang sibuk.
  6. Delegasikan sebuah tanggung jawab
    Sebagai seorang pemimpin, seorang produktif tahu seberapa baik mendelegasikan tugas kepada bawahannya. Sementara itu, orang sibuk akan menanggung semua tanggung jawab dan akan melakukannya sendiri. Terkadang memang membosankan!
  7. Penggunaan waktu
    Nah, ini sangat penting bagi Anda, yang memiliki banyak aktivitas. Jika kamu memutuskan untuk menjadi orang yang produktif, maka kamu akan mengalokasikan waktumu untuk merenungkan dan merencanakan sesuatu. Tapi bagi orang sibuk kamu akan menghabiskan waktumu bekerja dan bekerja.
  8. To do list
    Kebiasaan sehari-hari bagi orang yang pintar adalah membuat to do list. Nah, jika kamu seringkali menulis to do list hanya singkat dan sedikit, maka kamu termasuk orang produktif. Namun, jika kamu orang sibuk, kamu banyak sekali menulis poin-poin to do list hari ini akan melakukan apa aja.
  9. Tentang tujuan
    Banyak aktivitas maupun kegiatan , apakah itu punya tujuan? Anda harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini. Orang produktif akan selalu memiliki tujuan saat bertindak dan beraktivitas. Sementara orang yang sibuk hanya terlibat dalam memenuhi tugas, dan tidak ada tujuan yang spesifik.

So, kamu termasuk yang mana nih? Orang sibuk atau produktif kah ? Harap tentukan dari sekarang, supaya kamu nggak nyesal kedepannya. Dibawah ini mari kita lanjut membahas penjelasan orang sibuk dan penjelasan orang produktif dari 9 hal diatas.

[panel type=”info” heading=”Baca Juga”] ⇒ Covert Selling : Gak Kayak Jualan Tapi Kok Jualan ? [/panel]

Penjelasan Perbedaan Orang Sibuk dengan Orang Produktif

Perbedaan Sibuk Dengan Produktif

Penjelasan pertama mengenai perbedaan orang sibuk dengan orang produktif yaitu Orang sibuk ingin terlihat bahwa dia memiliki tujuan. Orang produktif memang memiliki tujuan dalam hidupnya, walaupun gak terlihat sibuk.

Orang sibuk menyembunyikan tujuan hidup mereka dan menutupinya dengan selalu tampil dengan percaya diri atas tindakan kecil yang dilakukannya, sedangkan orang produktif mungkin terlihat ragu dalam tindakan kecil yang dilakukannya, namun dia memiliki tujuan yang jelas. Jelas beda banget…

Orang sibuk memiliki banyak prioritas. Orang produktif memiliki sedikit prioritas…
Orang sibuk melakukan semuanya secara bersamaan karena tidak memiliki prioritas, sehingga pada akhirnya tidak ada hal yang diselesaikan.

Orang produktif mengerjakan satu persatu pekerjaannya sesuai prioritas sehingga dia mampu menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.

Orang sibuk berkata “ya” dengan cepat. Orang produktif perlu berpikir dahulu sebelum berkata “ya”

Hehehe…. Mulai deh mikir, selama ini kita sebenarnya SIBUK atau PRODUKTIF?

Orang sibuk selalu mengiyakan permintaan orang lain tanpa memperdulikan yang telah menjadi tanggungan dirinya, sedangkan orang produktif perlu berpikir sebelum berkata ya, karena mereka lebih memilih berkata tidak agar pekerjaan yang dimilikinya tidak terbengkalai serta menghindari mengecewakan orang lain.

Orang sibuk berfokus pada tindakan. Orang produktif fokus pada kejelasan sebelum bertindak.

Orang sibuk selalu fokus pada kerja, kerja, dan kerja. Orang produktif selalu mengevaluasi apa yang dilakukan setiap harinya.

Orang sibuk menaruh dirinya pada semua pilihan, orang produktif membatasinya.

Orang sibuk selalu bercerita betapa sibuknya dia. Orang produktif tidak terlalu banyak omong, karena hasil lah yang berbicara….

Merasa produktif tidak sama dengan hanya mengobral omongan bahwa kamu seorang yang produktif. Orang sibuk selalu berkoar, “hei, Saya sibuk! saya tidak sempat mengerjakan itu, saya lebih memilih mengerjakan ini”. Sedangkan orang produktif, dia lebih memilih diam. Orang akan menilai dari hasil yang telah dicapai, bukan sekedar omongan. Think!

Orang sibuk itu multi-tasking. Orang produktif fokus pada satu pekerjaan.

Orang sibuk ingin orang lain juga sibuk. Orang produktif ingin orang lain bekerja efektif.

Orang sibuk lebih menilai pada aktifitas orang lain yang “terlihat” sibuk. Orang produktif lebih menghargai output, yang penting beres!

Orang sibuk lebih memilih bercerita apa yang AKAN dia lakukan, sedangkan orang produktif lebih berhati-hati atas hal tersebut, dia memilih untuk bercerita tentang apa yang TELAH dia lakukan, apa yang TELAH dia pelajari, dan apa yang TELAH dia hasilkan.

Contohnya :

Nanti Saya akan begini…
Nanti Saya akan begitu…
Nanti Saya akan ngelakuin ini…
Nanti Saya akan ngelakuin itu…

Step Terakhir untuk perbedaan orang sibuk dengan orang produktif

Orang produktif mengerjakan satu per satu pekerjaan hingga selesai. Orang sibuk ketika mengerjakan tugas, dia aktifkan HP-nya, sambil membaca status, scrolling2 timeline, membalas email, membalas WhatsApp, LINE, hingga tugasnya terbengkalai.

Orang produktif, membiarkan handphonenya tidak tersentuh hingga dia memutuskan untuk rehat atau menyelesaikan tugasnya.

Jangan mau jadi orang sibuk. Jadilah orang PRODUKTIF. Caranya? Baca ulang tulisan di atas.

Perbedaan Orang Sibuk Dengan Orang Produktif TERLENGKAP

Semoga bermanfaat. Jika ingin share, nggak perlu izin ke kontak kami. Sebarkan saja, semoga dicatat sebagai amal kebaikan hari ini.

Cara Mengatasi Krisis Tahun 2018 Beserta Penjelasannya

Cara Mengatasi Krisis Tahun 2018 Beserta Penjelasannya

Selamat Datang Krisis 2018 – Kali ini DosenOnline akan membahas cara mengatasi krisis tahun 2018 beserta penjelasannya dengan lengkap, dimana pada tahun 2018 mendatang ini akan mengalami banyak perubahan mulai dari segi finansial maupun ekonomi. Banyak orang-orang yang diprediksikan lebih suka beli belanja online dari pada beli ke mall atau pasar dan sejenisnya.

Penjelasan Krisis Tahun 2018

Tahun 2018 adalah tahun yang tidak mudah, bukan saja kehadiran lawan-lawan yang tidak terlihat (Silent Competitor) yang langsung menerebos ke rumah konsumen tanpa melalui jalur konvensional (conventional distribution channel), tetapi melalui online.

Smartphone jalur digital/online memungkinkan produk menerebos langsung dihadapan customer, berbiaya murah (lebih efisien) dan tidak terlihat oleh pesaing.

Tantangan Disruption ini memang tak terelakkan, industri lama, para incumbent yang tak mau berubah langsung kena dampak.

Online telah membuat semua produk kehilangan jarak, dunia tanpa jarak, tanpa perantara manusia, produsen dan konsumen semakin dekat, barang-barang dari luar negeri pun bisa menyelinap hadir di tangan kita dengan mudah.

Inilah market baru (disruptive market) yang lebih efisien, sederhana dan tentunya murah (biaya distribusi/marketing lebih efisien).

Disruption ini telah membuat retail besar atau incumbent bertumbangan atau mengatur kembali strategi mereka (Matahari, Ramayana, Debenhams, Lotus, CROCs, Blue Bird, dll).

Regulator atau pemerintah bingung bersikap mau membiarkan ini terjadi atau memproteksi pemain lama, semua jadi serba salah, karena disruption memang tak terelakkan.

Pemain lama (incumbent) bingung karena perubahan yang begitu cepat, bahkan sulit merespon karena terbelit persolan internal yang tidak mau berubah (Giant Sleep).

Khusus bagi kalangan business, bukan hanya disruption (perubahan yang mengganggu) tetapi Tahun 2018 akan membawa busines seperti roller coaster (naik turun atau volatility) yang tajam.

Menghadapi masa liburan Lebaran ditambah rangkaian event yang akan memancing market slow down.

Banyaknya Hari Libur Tahun 2018 akan diawali dengan Liburan Natal dan Tahun baru yang membuat efektifitas pekerjaan baru benar-benar mulai di pertengahan Januari 2018 dimana target baru di-setting dan budget baru di approve, yang pasti penjualan belum mengangkat.

Baru liburan panjang, eh! Sudah akan di sambut dengan Liburan Imlek (Chinese New Year) pada pertengahan Februari.

Penjualan baru akan jalan efektif setelah minggu ke-3 Februari 2018 hingga sampai awal bulan puasa di Mei 2018 (3 bulan saja), yang akan terus flat/no special karena efektifitas di bulan Mei sampai Juni (Ramadhan mood) yang pasti datar saja (kecuali kuliner).

Apalagi ditambah liburan bersama Lebaran 14 s/d 20 Juni 2018, yang kemudian dilanjutkan dengan BBN alias Bulan Begadang National, karena adanya FIFA World Cup yang berlangung dari 14 Juni sd 15 Juli 18 (satu bulan penuh).

Rasa kantuk dan lemas akan melanda para karyawan sementara market belum pulih benar ditambah dengan heboh PILKADA Serentak di 171 kota/daerah di Indonesia pada tanggal 27 Juni 2018.

Yang pasti ditambah dengan drama kampanye antar partai yg akan menghangatkan suasana, khususnya di sosial media dan news online.

Selesai Pilkada dan Piala Dunia Sepak Bola, kita kembali di sambut oleh event Asia terbesar yaitu Asian Games ke-18 pada tanggal 27 Agustus sd 3 September 2018.

Jika kurang oke penyelenggaraannya atau hasil pencapaian tim Indonesia-nya akan berimbas pada situasi sosial media dan keamanan, karena semua akan terasa atau berbau “PILPRES”, Pokoknya bisa berpotensi ramai di sosial media.

Oktober akan diwarnai Geopolitik dimana ada: sidang IMF and World Bank di Bali 8-14 Oktober dan dibarengi dengan Date Line Brexit (UK akan keluar dari UE) secara kasat mata akan berpengaruh terhadap situasi moneter Indonesia.

November dan Desember 2018 mulai semakin panas suhunya dengan gembar-gembor Capres dan Cawapres serta persiapan PILPRES 2019.

Disini pasti akan kembali terjadi perang kampanye (termasuk Black Campaign) dll.

Di tahun 2018, ada hal lain yaitu agenda-agenda dibidang ekonomi dan politik Nasional/Internasional yang akan berimbas pada ekonomi dan pasar nasional, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Cara Mengatasi Krisis Tahun 2018 Beserta Penjelasannya

Oke, sekarang waktunya kita membahas mengenai cara mengatasi krisis tahun 2018 beserta penjelasannya yang singkat dan mudah-mudahan bisa Anda fahami dengan jelas dan nikmat.

Bagaimana kita menghadapi semua ini?

Motivasi saja Tidak Akan Cukup.

Yang dibutuhkan adalah Transformasi.

Pertama, jangan bersikap (menyangkal) bahwa dunia telah berubah dan tantangan makin berat (perubahan itu pasti).

Kedua, Perubahan Mindset dimulai dari diri kita sebagai karyawan maupun pelaku bisnis.

Ketiga, Milikilah Growth Mindset pemikiran yang berkembang, berani berinovasi, mau belajar serta meninggalkan cara lama yang tidak efektif lagi (Iteration).

Keempat, Dua Kata yang penting adalah Creative and Innovative (Disruption).

Memang tidak perlu khawatir yang berlebihan karena manusia adalah makhluk yg paling adaptif, manusia selalu punya cara mengatasinya.

Yuk Mempersiapkan Diri untuk mengatasi Krisis ditahun mendatang …

Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah

Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah

Teknik Ghoib Jualan – Pada artikel ke 4 ini DosenOnline.ID akan membahas lagi mengenai Inspirasi bisnis. Inspirasi kali ini membahas tentang jualan yang disampaikan oleh Dewa Eka Prayoga. Yuk mari kita simak artikel berikut ini.

Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah

Tulisan kali ini masih bahas tentang COVERT SELLING pada artikel sebelumnya.

Covert Selling adalah sebuah upaya memasukkan sebuah informasi yang berhubungan dengan penjualan secara sekilas ke pikiran bawah sadar calon pembeli…

Intinya, teknik ini akan membuat kita jualan secara terselubung. Menjual, tapi nggak kelihatan menjual. Karenanya banyak orang menyebut teknik ini sebagai teknik “Ghoib”…

Kenapa covert selling?

Karena pada dasarnya, orang nggak suka dijualin. Apa buktinya orang gak suka dijualin?

Kalau ada orang nyepam di grup, Anda risih ngelihatnya. Iya, kan?
Kalau ada yang komen jualan di status Anda, tentu Anda BT, kan?
Setiap kali ada iklan di TV, kebanyakan dari kita langsung ambil remot, pindah channel. Betul, kan?

Itulah yang melatarbelakangi teknik ini muncul. Karena terselubung, maka biasanya kehadiran “jualan” nya tidak akan disadari oleh pikiran sadar. Tapi walaupun begitu, akan tetap disadari oleh pikiran bawah sadar. Artinya, walaupun tidak bisa disasari, kehadirannya bisa dirasakan.

Baca Juga : Permainan Persepsi Seorang Pebisnis Dari Market ke Ladang Omset

Untuk lebih kebayang perbedaannya, yuk perhatikan 2 contoh berikut ini :

Status pertama:
“Ukhti, ada model terbaru nih dari Shaliha Hijab, namanya Khimar Safana. Bahannya adem banget, enak dipake. Kalau ukhti mau order, silakan chat Pin BB: 2BD8F25B ya!”

Status kedua:
“Wah, bener2 gak nyangka. Baru 1 hari dilaunching, Khimar Safana ini laris banget dan diserbu para akhwat. Alhamdulillah….”

Coba Anda perhatikan contoh di atas…

Menurut Anda, mana yang lebih nyaman Anda lihat dan enak dibaca?
Kebanyakan, orang akan memilih status kedua. Anda juga, kan?

Contoh lagi….

Status pertama:
“Buku terbaru! Ayo siapa yang mau beli buku terbaru dari kang Dewa Eka Prayoga. Klik aja deh disini » http://bit.ly/ordergara2facebook
(gambar: foto cover buku)

Status kedua:
“Hehehe… Kebayang banget, kalau misalkan teman-teman bisa tahu ilmu INI. Orang bakal klepek-klepek baca status Facebook kita, terus tiba-tiba banyak yang ngechat, dan ujung-ujungnya pada beli. Beuuuuuh, ngeri!!”
(gambar: screen shoot daftar isi buku)

Dari dua contoh di atas, apakah Anda makin kebayang perbedaan antara covert selling dan bukan covert selling?

Sebelum Anda makin paham dengan teknik ini, ketahui terlebih dahulu bahwa ada 3 pilar penting yang mesti Anda pahami sebelum Anda menguasainya. Apa sajakah itu?

1. CURIOUSITY

Salah satu poin penting dalam covert selling adalah memainkan RASA PENASARAN. Karena semakin orang penasaran, semakin hasrat keponya tinggi. Semakin kepo, semakin ingin cari tahu apa persisnya. Semakin tahu apa persisnya yang dijual, semakin kebayang benefitnya. Kalau udah tahu benefitnya, semakin gampang orang tersentuh hatinya. Tanya2 dan beli deh.. ^_^

2. AMBIGUITY

Selain rasa penasaran, ambiguitas (makna ganda) pun menjadi poin penting dalam covert selling. Tujuannya, agat pembaca merepresentasikan kata tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya. Maka, sangat penting membuat kata yang samar2 untuk mereka tafsirkan sendiri.

3. EMOTIONALLY

Khusus pilar ketiga, ini biasanya dimainkan ketika Anda buat status di Facebook, dikombinasikan antara covert selling dan story telling. Nah, pas cerita, emosinya kudu dapet. Jangan cuma datar gitu aja. Anda bisa mainkan hal-hal emosional dan bersifat lebih detail.

By : Dewa Eka Prayoga

 

Dapat ilmu?
Masuk ke otak?

Cukup sekian artikel Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah ini, jika ada yang ingin disampaikan silahkan komentar dibawah.
Semoga bermanfaat 🙂

Covert Selling : Gak Kayak Jualan Tapi Kok Jualan ?

Covert Selling : Gak Kayak Jualan Tapi Kok Jualan ?

Covert Selling – Pada artikel kali ini DosenOnline.ID akan membahas mengenai Inspirasi lagi yang membahas tentang Covert Selling. Artikel ini berasal dari whatsapp grup Dewa Eka Prayoga. Yuk mari kita simak materi berikut ini.

Covert Selling : Gak Kayak Jualan Tapi Kok Jualan ?

Bingung? Gak usah bingung.. yuk belajar, itu salah satu teknik copywriting untuk mengenalkan produk, mengajak membeli, dan membangun branding dengan cara yang soft, halus dan gak vulgar.

Coba buka salah satu akun instagram artis, akan muncul berjejalan sampah dan spam di bagian comment, jualan hiruk pikuk kayak di pasar, menawarkan dengan mulut berbusa-busa, sampai ludahnya muncrat kemana-mana..

“Dijual pemutih, pemulus, pemancung, penjepit, pengencang, pelicin, pembesar, dijamin barang improoottt, hubungi segera 08123456666”

“Karena ajian pelet kodok ngorok, kekasih yang hilang kembali lagi, jangan tunda lagi, jangan gundah lagi, ki Slamet siap berbagi ilmu! Mahar 600.000, gak melet uang kembali. Hotline: 08565357854674”

“Skripsi gak selesai-selesai, pusing! Hubungi kami akan kami bimbing 2 hari selasai. Stock banyak siap copy paste, tinggal bayar, terima dalam bentuk terjilid rapi. Ready logo-logo kampus se Indonesia, cepat lulus cari kerja! Melayani 24 jam 08176564728573”

Kalau di ranah jalanan, itu seperti kertas A4 yang dipasang di tiang-tiang listrik dengan tulisan: “Terlambat Datang Bulan? 08564673763”

Jangankan membeli… bikin mata tiba-tiba sepet luar biasa! Ada juga sih konsumennya, mereka yang dah kepepet dan gak mikir akibatnya.. tipe orang yang lemah iman, hati gampang goyang.

Baca Juga : 3 Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis Handal

Terus apa sih mas itu covert selling?

Jualan terselubung?
Bisa dibilang begitu, tapi seperti orang bercerita..
Bisa cerita singkat.. bisa panjang,
Seperti orang berbagi pengalaman, dan secara halus mengajak orang untuk mencoba atau terlibat didalamnya.

Kunci di “covert selling” adalah kejujuran, gak lebay, bukan cerita karangan atau rekayasa. Nah standarnya adalah hati kita sendiri, ALLAH yang tau.. apakah tulisan yang kita sebar di sosmed itu beneran atau hanya abal-abal?

Capturan palsu chat pelanggan bisa dibuat kok, gampaaang.. modal HP yang double kartu, pakai android WA nya bisa diduplikat. Chat sendiri deh muji-muji produknya. Seolah-olah dia puas dengan produk kita, terus capture.. sebar!!
Tapi kamu tau kan, kalau bisnis dengan cara yang tidak baik, maka endingnya juga tidak baik.
Dapat uangnya, tapi gak dapat berkahnya…
Mau begitu?

Terus gimana dong mas contoh covert selling yang halal? Hehe..

Naaah disini kamu harus sering ketemu dengan konsumenmu, atau mengumpulkan pendapat mereka. Pasti gak semua bagus, yang jelek kumpulkan jadikan masukan untuk perbaikan internal, yang bagus boleh dicapture untuk promosi.
Double impact!

Yuk kita lihat beberapa contoh covert selling singkat, mereka posting di sosial media agar bisa mempengaruhi pembaca yang jadi calon konsumennya.

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]
“Masya ALLAH, pesanan via gojek gak berhenti sejak tadi pagi. Kami di dapur sampai kewalahan. Ternyata memulai bisnis kuliner dari rumah bisa ya sis.. kami sudah membuktikan, asal makanan enak di “Dapur Siska” ini kami masak dari hati, rejeki terus membanjiri.. terimakasih semua!”

Kamu jadi penasaran ikutan mesen enggak?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]
“Yesss! Antrian nomer 89 sudah selesai kami bungkus.. masih 54 lagi sampai jam 13 siang ini. Banyak banget yang minat semprotan air untuk mobil ini.. selain murah, bisa bikin merontokkan semua kotoran yang nempel. Page di Facebook “Semprotan Canggih” juga dapat like lebih dari 500 orang dalam 3 hari ini… hajar teruusss deh!!”

Kamu jadi pengen tau semprotan apaan sih itu?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

“Kaget! Pagi-pagi dapat pesanan 20 potong kain dari kementrian sosial untuk acara mereka akhir bulan lagi. Ternyata mereka sering mantau web kami cerahbatik.com selama ini. Mereka suka dengan motif dan warnanya, bu mentri mau pakai batik dengan tema yang dipesan.. duuuh! Kok saya gemeteran yaaa!”

Kamu jadi penasaran buka webnya enggak?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

Baca Juga : Permainan Persepsi Seorang Pebisnis Dari Market ke Ladang Omset

“Melihat tim saya terkapar di ruang itu saya ikut menangis bahagia! Event yang kami rancang 3 bulan lalu sukses besar! Klien begitu puas, dan berjanji akan mengajak kami lagi di beberapa kota. Inilah dedikasi pada pekerjaan, sebagai EO kami akan pegang teguh komitmen itu. Sudah 5 tahun Mandala Sakti eksis di bisnis ini.. puluhan perusahaan jadi mitra kami.. Alhamdulillah!”

Kamu jadi penasaran searching di google nama EO itu enggak?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

“Kemarin dapat kiriman 3 lusin mukena mungil untuk anak umur 6-9 tahun, saya cobakan ke anak pas TPA dan magriban, laah anak-anak lain kok kepingin dan ibu-ibu yang datang menemani juga mesan… ludes deh tinggal tiga. Insya ALLAH besok datang lagi dari produsennya. Lihat nih foto-foto mukenanya.. kalau ada yang mau pesen di luar kota, kayaknya saya mau deh mengirimkannya. Kebetulan kantor pos cuman di deket rumah.. 2 menit sampai…”

Tertarik melihat foto mukenanya?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

“Sudah tiga minggu buku “Doa Tak Tertolak” terkirim kepada 9000 pemesan, testimoni pembaca mulai membanjir di sosmed saya. Mereka menangis membaca kisah-kisahnya, sama persis ketika saya juga menangis waktu menuliskannya.. energi itu ternyata bisa sampai ya! Terkirim walau berkilo-kilo meter jaraknya..
Yang bikin kaget, karena cover buku ini bentuknya puzzle banyak yang penasaran dengan 3 buku sebelumnya. “Kembali Ke Titik Nol” , “Berani Jadi Taubaters” & “Mencari Jalan Pulang”.
Nomer JOGIST bookstore yang ini 081804100900 sampai kewalahan lagi, padahal POnya sudah ditutup! Untungnya dari penerbit dan Jogist dapat harga khusus, minimal pesanan 2 judul dapat harga @99.000 sadja! Berebutan lagi deh mereka..
Kemarin ngajak anak saya kesana, namanya juga bocah.. tumpukan buku yang sedang dipacking itu jadi sasaran mainannya.. bolak balik banting… tapi amaaan! Bukumu gak lecek kok! Lihat aja nih videonya..hehe”

*tertarik beli bukunya? 😁

By : Dewa Eka Prayoga

 

Paham?
Dapat ilmu?
Masuk ke otakmu?
Semoga Ilmu Covert Selling ini bermanfaat 🙂