Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah

Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah

Teknik Ghoib Jualan – Pada artikel ke 4 ini DosenOnline.ID akan membahas lagi mengenai Inspirasi bisnis. Inspirasi kali ini membahas tentang jualan yang disampaikan oleh Dewa Eka Prayoga. Yuk mari kita simak artikel berikut ini.

Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah

Tulisan kali ini masih bahas tentang COVERT SELLING pada artikel sebelumnya.

Covert Selling adalah sebuah upaya memasukkan sebuah informasi yang berhubungan dengan penjualan secara sekilas ke pikiran bawah sadar calon pembeli…

Intinya, teknik ini akan membuat kita jualan secara terselubung. Menjual, tapi nggak kelihatan menjual. Karenanya banyak orang menyebut teknik ini sebagai teknik “Ghoib”…

Kenapa covert selling?

Karena pada dasarnya, orang nggak suka dijualin. Apa buktinya orang gak suka dijualin?

Kalau ada orang nyepam di grup, Anda risih ngelihatnya. Iya, kan?
Kalau ada yang komen jualan di status Anda, tentu Anda BT, kan?
Setiap kali ada iklan di TV, kebanyakan dari kita langsung ambil remot, pindah channel. Betul, kan?

Itulah yang melatarbelakangi teknik ini muncul. Karena terselubung, maka biasanya kehadiran “jualan” nya tidak akan disadari oleh pikiran sadar. Tapi walaupun begitu, akan tetap disadari oleh pikiran bawah sadar. Artinya, walaupun tidak bisa disasari, kehadirannya bisa dirasakan.

Baca Juga : Permainan Persepsi Seorang Pebisnis Dari Market ke Ladang Omset

Untuk lebih kebayang perbedaannya, yuk perhatikan 2 contoh berikut ini :

Status pertama:
“Ukhti, ada model terbaru nih dari Shaliha Hijab, namanya Khimar Safana. Bahannya adem banget, enak dipake. Kalau ukhti mau order, silakan chat Pin BB: 2BD8F25B ya!”

Status kedua:
“Wah, bener2 gak nyangka. Baru 1 hari dilaunching, Khimar Safana ini laris banget dan diserbu para akhwat. Alhamdulillah….”

Coba Anda perhatikan contoh di atas…

Menurut Anda, mana yang lebih nyaman Anda lihat dan enak dibaca?
Kebanyakan, orang akan memilih status kedua. Anda juga, kan?

Contoh lagi….

Status pertama:
“Buku terbaru! Ayo siapa yang mau beli buku terbaru dari kang Dewa Eka Prayoga. Klik aja deh disini » http://bit.ly/ordergara2facebook
(gambar: foto cover buku)

Status kedua:
“Hehehe… Kebayang banget, kalau misalkan teman-teman bisa tahu ilmu INI. Orang bakal klepek-klepek baca status Facebook kita, terus tiba-tiba banyak yang ngechat, dan ujung-ujungnya pada beli. Beuuuuuh, ngeri!!”
(gambar: screen shoot daftar isi buku)

Dari dua contoh di atas, apakah Anda makin kebayang perbedaan antara covert selling dan bukan covert selling?

Sebelum Anda makin paham dengan teknik ini, ketahui terlebih dahulu bahwa ada 3 pilar penting yang mesti Anda pahami sebelum Anda menguasainya. Apa sajakah itu?

1. CURIOUSITY

Salah satu poin penting dalam covert selling adalah memainkan RASA PENASARAN. Karena semakin orang penasaran, semakin hasrat keponya tinggi. Semakin kepo, semakin ingin cari tahu apa persisnya. Semakin tahu apa persisnya yang dijual, semakin kebayang benefitnya. Kalau udah tahu benefitnya, semakin gampang orang tersentuh hatinya. Tanya2 dan beli deh.. ^_^

2. AMBIGUITY

Selain rasa penasaran, ambiguitas (makna ganda) pun menjadi poin penting dalam covert selling. Tujuannya, agat pembaca merepresentasikan kata tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya. Maka, sangat penting membuat kata yang samar2 untuk mereka tafsirkan sendiri.

3. EMOTIONALLY

Khusus pilar ketiga, ini biasanya dimainkan ketika Anda buat status di Facebook, dikombinasikan antara covert selling dan story telling. Nah, pas cerita, emosinya kudu dapet. Jangan cuma datar gitu aja. Anda bisa mainkan hal-hal emosional dan bersifat lebih detail.

By : Dewa Eka Prayoga

 

Dapat ilmu?
Masuk ke otak?

Cukup sekian artikel Teknik Ghoib Jualan Laris di Facebook Dengan Mudah ini, jika ada yang ingin disampaikan silahkan komentar dibawah.
Semoga bermanfaat 🙂

Covert Selling : Gak Kayak Jualan Tapi Kok Jualan ?

Covert Selling : Gak Kayak Jualan Tapi Kok Jualan ?

Covert Selling – Pada artikel kali ini DosenOnline.ID akan membahas mengenai Inspirasi lagi yang membahas tentang Covert Selling. Artikel ini berasal dari whatsapp grup Dewa Eka Prayoga. Yuk mari kita simak materi berikut ini.

Covert Selling : Gak Kayak Jualan Tapi Kok Jualan ?

Bingung? Gak usah bingung.. yuk belajar, itu salah satu teknik copywriting untuk mengenalkan produk, mengajak membeli, dan membangun branding dengan cara yang soft, halus dan gak vulgar.

Coba buka salah satu akun instagram artis, akan muncul berjejalan sampah dan spam di bagian comment, jualan hiruk pikuk kayak di pasar, menawarkan dengan mulut berbusa-busa, sampai ludahnya muncrat kemana-mana..

“Dijual pemutih, pemulus, pemancung, penjepit, pengencang, pelicin, pembesar, dijamin barang improoottt, hubungi segera 08123456666”

“Karena ajian pelet kodok ngorok, kekasih yang hilang kembali lagi, jangan tunda lagi, jangan gundah lagi, ki Slamet siap berbagi ilmu! Mahar 600.000, gak melet uang kembali. Hotline: 08565357854674”

“Skripsi gak selesai-selesai, pusing! Hubungi kami akan kami bimbing 2 hari selasai. Stock banyak siap copy paste, tinggal bayar, terima dalam bentuk terjilid rapi. Ready logo-logo kampus se Indonesia, cepat lulus cari kerja! Melayani 24 jam 08176564728573”

Kalau di ranah jalanan, itu seperti kertas A4 yang dipasang di tiang-tiang listrik dengan tulisan: “Terlambat Datang Bulan? 08564673763”

Jangankan membeli… bikin mata tiba-tiba sepet luar biasa! Ada juga sih konsumennya, mereka yang dah kepepet dan gak mikir akibatnya.. tipe orang yang lemah iman, hati gampang goyang.

Baca Juga : 3 Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis Handal

Terus apa sih mas itu covert selling?

Jualan terselubung?
Bisa dibilang begitu, tapi seperti orang bercerita..
Bisa cerita singkat.. bisa panjang,
Seperti orang berbagi pengalaman, dan secara halus mengajak orang untuk mencoba atau terlibat didalamnya.

Kunci di “covert selling” adalah kejujuran, gak lebay, bukan cerita karangan atau rekayasa. Nah standarnya adalah hati kita sendiri, ALLAH yang tau.. apakah tulisan yang kita sebar di sosmed itu beneran atau hanya abal-abal?

Capturan palsu chat pelanggan bisa dibuat kok, gampaaang.. modal HP yang double kartu, pakai android WA nya bisa diduplikat. Chat sendiri deh muji-muji produknya. Seolah-olah dia puas dengan produk kita, terus capture.. sebar!!
Tapi kamu tau kan, kalau bisnis dengan cara yang tidak baik, maka endingnya juga tidak baik.
Dapat uangnya, tapi gak dapat berkahnya…
Mau begitu?

Terus gimana dong mas contoh covert selling yang halal? Hehe..

Naaah disini kamu harus sering ketemu dengan konsumenmu, atau mengumpulkan pendapat mereka. Pasti gak semua bagus, yang jelek kumpulkan jadikan masukan untuk perbaikan internal, yang bagus boleh dicapture untuk promosi.
Double impact!

Yuk kita lihat beberapa contoh covert selling singkat, mereka posting di sosial media agar bisa mempengaruhi pembaca yang jadi calon konsumennya.

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]
“Masya ALLAH, pesanan via gojek gak berhenti sejak tadi pagi. Kami di dapur sampai kewalahan. Ternyata memulai bisnis kuliner dari rumah bisa ya sis.. kami sudah membuktikan, asal makanan enak di “Dapur Siska” ini kami masak dari hati, rejeki terus membanjiri.. terimakasih semua!”

Kamu jadi penasaran ikutan mesen enggak?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]
“Yesss! Antrian nomer 89 sudah selesai kami bungkus.. masih 54 lagi sampai jam 13 siang ini. Banyak banget yang minat semprotan air untuk mobil ini.. selain murah, bisa bikin merontokkan semua kotoran yang nempel. Page di Facebook “Semprotan Canggih” juga dapat like lebih dari 500 orang dalam 3 hari ini… hajar teruusss deh!!”

Kamu jadi pengen tau semprotan apaan sih itu?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

“Kaget! Pagi-pagi dapat pesanan 20 potong kain dari kementrian sosial untuk acara mereka akhir bulan lagi. Ternyata mereka sering mantau web kami cerahbatik.com selama ini. Mereka suka dengan motif dan warnanya, bu mentri mau pakai batik dengan tema yang dipesan.. duuuh! Kok saya gemeteran yaaa!”

Kamu jadi penasaran buka webnya enggak?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

Baca Juga : Permainan Persepsi Seorang Pebisnis Dari Market ke Ladang Omset

“Melihat tim saya terkapar di ruang itu saya ikut menangis bahagia! Event yang kami rancang 3 bulan lalu sukses besar! Klien begitu puas, dan berjanji akan mengajak kami lagi di beberapa kota. Inilah dedikasi pada pekerjaan, sebagai EO kami akan pegang teguh komitmen itu. Sudah 5 tahun Mandala Sakti eksis di bisnis ini.. puluhan perusahaan jadi mitra kami.. Alhamdulillah!”

Kamu jadi penasaran searching di google nama EO itu enggak?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

“Kemarin dapat kiriman 3 lusin mukena mungil untuk anak umur 6-9 tahun, saya cobakan ke anak pas TPA dan magriban, laah anak-anak lain kok kepingin dan ibu-ibu yang datang menemani juga mesan… ludes deh tinggal tiga. Insya ALLAH besok datang lagi dari produsennya. Lihat nih foto-foto mukenanya.. kalau ada yang mau pesen di luar kota, kayaknya saya mau deh mengirimkannya. Kebetulan kantor pos cuman di deket rumah.. 2 menit sampai…”

Tertarik melihat foto mukenanya?

[divider style=”dotted” top=”10″ bottom=”10″]

“Sudah tiga minggu buku “Doa Tak Tertolak” terkirim kepada 9000 pemesan, testimoni pembaca mulai membanjir di sosmed saya. Mereka menangis membaca kisah-kisahnya, sama persis ketika saya juga menangis waktu menuliskannya.. energi itu ternyata bisa sampai ya! Terkirim walau berkilo-kilo meter jaraknya..
Yang bikin kaget, karena cover buku ini bentuknya puzzle banyak yang penasaran dengan 3 buku sebelumnya. “Kembali Ke Titik Nol” , “Berani Jadi Taubaters” & “Mencari Jalan Pulang”.
Nomer JOGIST bookstore yang ini 081804100900 sampai kewalahan lagi, padahal POnya sudah ditutup! Untungnya dari penerbit dan Jogist dapat harga khusus, minimal pesanan 2 judul dapat harga @99.000 sadja! Berebutan lagi deh mereka..
Kemarin ngajak anak saya kesana, namanya juga bocah.. tumpukan buku yang sedang dipacking itu jadi sasaran mainannya.. bolak balik banting… tapi amaaan! Bukumu gak lecek kok! Lihat aja nih videonya..hehe”

*tertarik beli bukunya? 😁

By : Dewa Eka Prayoga

 

Paham?
Dapat ilmu?
Masuk ke otakmu?
Semoga Ilmu Covert Selling ini bermanfaat 🙂

3 Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis Handal | Yuk Nulis

3 Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis Handal | Yuk Nulis

3 Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis Handal – Pada artikel ini DosenOnline.ID akan membagikan Inspirasi lagi untuk anda. Artikel ini membahas tentang bagaimana caranya menjadi seorang penulis yang handal, tidak mudah putus asa, inspiratif dan masih banyak lagi. Artikel ini dibuat oleh Dewa Eka Prayoga daru grup WhatsApp beliau.

3 Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis Handal

*”Kok aku suka tiba-tiba ngeblank dan mentok ya tiap kali mau nulis sesuatu…”*

Ada yang pernah ngalamin kaya gitu?

Pas lagi semangat-semangatnya nulis, entah itu nulis diary, nulis status, nulis copywriting, atau nulis buku, eeeeh pikiran tiba-tiba stuck dan jari-jari mendadak berhenti… Hiyaaaa!! #garuk2tembok

Kondisi seperti itu dalam ilmu kepenulisan dikenal dengan istilah “writer’s block”.

Saya pun sering mengalamainya, wajar lah, namanya juga manusia, sering mendadak lupa, mungkin banyak dosa…  ya Allah…

Ini terjadi bukan hanya pada mereka yang berprofesi sebagai seorang penulis saja, tapi juga menimpa orang-orang yang berprofesi sebagai pebisnis, khususnya pebisnis online. Lho, kok?

Karena seperti yang banyak orang ketahui, satu-satunya cara promosi di dunia online selain menggunakan video adalah menggunakan text, atau kata-kata. Dimana dalam penyusunannya, kita melakukan aktivitas menulis. Bener ya? Nah, itu dia…

Pertanyaannya, apa yang mesti dilakukan saat kita tiba-tiba mengalami hal seperti itu?

Untuk menjawab pertanyaan itu, izinkan Saya sedikit bercerita tentang pengalaman Saya di dunia kepenulisan…

Entah kapan tepatnya, tapi Saya mulai menulis buku sejak usia 19 tahun. Buku perdana yang berhasil Saya tulis ketika itu berjudul “How to Get the Future” yang banyak membahas tentang step by step merencanakan masa depan yang gemilang.

Jujur harus Saya akui, awalnya Saya gak bercita-cita jadi penulis. Kenapa?

Karena gak kepikiran aja. Hehehe…

Lagian, saat itu Saya merasa bahwa diri ini tak berbakat menulis. Maklum, ngerjain jurnal praktikum kimia pas kuliah aja malesnya minta ampun, apalagi kalau disuruh nulis sampe jadi buku. Beeeuh….

Pemikiran seperti itu mendadak “buyar” setelah Saya kena hutang. :see_no_evil:

Duh ya…. ujian Saya banyakan hutang mulu. Padahal Saya aselinya orang anti hutang. Artinya, gak pernah dan gak mau ngutang. Mungkin ini yang dinamakan ujian melalui apa yang diyakini…

Tapi saat itu kondisi memaksa Saya untuk berhutang karena ujian longsor yang menimpa keluarga di Sukabumi. Ya mau gak mau, karena waktu itu gak punya uang, minjem lah sana-sini tuk beresinnya. Duh duh duuuh…

Nah untuk bisa beresin hutang itu, yang nilainya lumayan gede ketika itu, 40 juta-an, Saya kok tiba-tiba kepikiran untuk nulis buku. Singkat cerita, lahirlah buku *”How to Get the Future”*. Hehe :sunglasses: LUNAS! Yeeeee!!!

Balik lagi soal nulis…

Setelah disadari, ternyata “tidak bakat nulis” hanyalah belenggu pikiran yang membatasi diri untuk berkarya. Ketika energi menulis lebih besar dibandingkan belenggu pikirannya, lewat juga tuh. Bisa juga jadi buku. Alhamdulillah…

Alasan dan energi nulisnya sebenarnya simpel, bahkan bisa jadi mentenagai Anda untuk menulis mulai sekarang:

Pertama, *Passive Income*

Moga-moga aja royalti dari buku yang ditulis bisa memberikan penghasilan pasif buku dan bisa menutupi hutang ketika itu. Dan benar, akhirnya… Alhamdulillah. Allah kasih jalan rezeki Saya lewat buku. Terimakasih ya Allah…

Kedua, *Leverage Kebaikan*

Di Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis ke-2 ini Waktu itu Saya profesinya masih mahasiswa dan motivator. Cieee…. Jadi, hobi Saya itu roadshow dan keliling Indonesia jadi cowok panggilan ngisi di kampus-kampus. Secara gitu, masih mahasiswa udah mandiri dan nulis buku sendiri. Uhuk! #preeeettt 😉

Mikirnya simpel, kalau Saya keliling-keliling terus, capek banget. Mikir keras, gimana caranya manfaat bisa tersebar luas tapi tanpa harus berkeringat deras… AHA! Think… Nulis buku. Biarkan buku yang keliling-keliling Indonesia, akunya diem aja online di Bandung.

Alhamdulillah, per hari ini total hampir 100.000+ eksemplar buku-buku Saya tersebar di berbagai kota se Indonesia hingga mancanegara (Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Korea, Jepang, Arab Saudi, hingga Qatar). Dibaca sama orang Indonesia yang ada disana maksudnya.. Hahahaha :sweat_smile:

Ketiga, *Jejak Kehidupan.*

Pada Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis yang ke-3 ini Gak tahu kenapa, Saya kok keinget-inget terus omongannya kang Rendy Saputra pas masih aktif di Inspirasi Muda Mulia. Cieee…

Jadi dulu itu, beliau suka bilang, bahwa kita ini mesti meninggalkan jejak di kehidupan. Jangan sampai, hidup cuma lewat doang. Udah weh. eeey… teu rame!!

Harus berpikir keras agar kita menghasilkan karya dan bermanfaat bagi banyak orang. Sehingga pas kita meninggal nanti, orang-orang mengenang kita bukan karena kejelekannya, melainkan karena kebermanfaatannya yang telah ditinggalkan. Salah satunya karya kita berupa buku.

Huffh… Capek juga ngetiknya.

Sejauh Anda membaca tulisan ini, membuat Anda secara otomais semakin tertarik menyeriusi dunia kepenulisan…

Dan ketika hati & pikiran Anda terlintas untuk menjadi seorang penulis, entah itu penulis buku, penulis naskah iklan (copywriting), atau penulis status yang serius (penebar kebaikan), maka hadirlah di event JumpaPenulis.com. Udah, KLIK aja linknya, gak akan buat jantungan kok…

Karena di event tersebut, Anda tidak hanya sekadar bertemu dengan Saya, melainkan juga 6 penulis nasional lainnya yang karyanya sudah sering menghiasi rak-rak buku Best Seller di toko buku Indonesia.

Diantaranya ada:
  1. Ippho Santosa* – Buku-buku motivasi & bisnisnya seringkapi memprovokasi kita sebagai pengusaha untuk berada di jalan yang bener. Tulisannya nusuk-nusuk, tapi banyak benernya. Huahaha 😀
  2. Asma Nadia* – Novel-novelnya kerapkali diangkat menjadi Film. Bahkan, Saya pribadi semua film yang diangkat dari karyanya pasti ditonton. Terakhir, saat ini sedang editing novel terbarunya yang siap dilaunching pas acara nanti, #BidadariUntukDewa. Uhuk!
  3. Helvy Tiana Rosa* – Mentor langsungnya Asma Nadia yang karya-karyanya begitu berharga di dunia sastra kepenulisan. Terakhir, novelnya yang berjduul “Duka Sedalam Cinta” akan difilmkan dan tayang bulan Oktober 2017. Beeuh…
  4. Tere Liye* – Penulis Novel yang karya-karyanya sering mendominasi rak-rak buku di Gramedia dan Toko Buku lainnya. Tema yang diangkat selalu unik dan ngangenin. Kece!
  5. Ahmad Rifai Rifan* – Penulis muda produktif yang karyanya juga sering eksis di rak-rak buku best seller di Gramedia. Bahkan, Saya pernah mendapati ada rak khusus bertuliskan “Buku Ahmaf Rifai Rifan”. Abuset dah! Saking produktifnya…
  6. Tendi Murti* – Founder KMO Indonesia yang selama hidupnya mewakafkan diri untuk mencetak banyak penulis-penulis handal di Indonesia. Lebih dari 5000+ orang alumni kelasnya dan mereka berhasil menelurkan bukunya berkat dorongan dan semangat dari orang yang satu ini.

Intinya, event ini sangat langka di Indonesia. TAPI… justru karena kelangkaan itulah, Saya menantang tim internal KMO INDONESIA untuk menghelat event JUMPA PENULIS ini dengan menghadirkan penulis-penulis nasional yang produktif dan menginspirasi Indonesia…

By Dewa Eka Prayoga

[divider style=”dashed” top=”10″ bottom=”10″]

Cukup sekian artikel mengenai 3 Alasan Kuat Menjadi Seorang Penulis, jika ada yang ingin dipertanyakan silahkan komentar dibawah.

Dapat Manfaat?
Semoga Bermanfaat !

Permainan Persepsi Seorang Pebisnis Dari Market ke Ladang Omset

Permainan Persepsi Seorang Pebisnis Dari Market ke Ladang Omset

Permainan Persepsi dari Seorang Pebisnis untuk mengeksploitasi kepercayaan market dan mengubahnya jadi ladang omset berikut ini Inspirasi singkatnya. Disadari atau tidak, marketing adalah permainan persepsi. Jika kita pandai membangun persepsi yang baik di benak market, maka kita akan dengan mudah menguasai market.

Hal itu pula yang menyebabkan kopi di Startbuck lebih mahal dibandingkan kopi di warung kopi, burger di McDonald’s lebih terasa nikmat dibandingkan burger di samping jalan, mobil bermerk Toyota lebih dilirik pasar ketimbang merk lainnya.

Ya, ini terjadi karena mereka mampu mengeksploitasi kepercayaan market dan mengubahnya jadi ladang omset. Ini adalah salah satu baguan dari teknik Brain Hacking yang tidak disadari oleh banyak orang.

Permainan Persepsi Seorang Pebisnis

Seorang ahli periklanan dan konsultan positioning, Al Ries, pernah berkata:

“Perception is more important than reality, and sometimes the perception is reality”

Sebegitu pentingnya membangun persepsi di benak market…

Lantas, bagaimana kita melakukannya? Apa pelajaran yang bisa diambil jika kita berjualan online? Kepercayaan apa saja yang bisa kita eksploitasi di benak market?

Ini dia jawabannya…

Pertama, MAHAL = BAGUS

Produk-produk yang bernilai mahal menunjukkan kualitas produk yang memang benar-benar bagus. Itulah persepsi market pada umumnya yang terbentuk. Berlaku sebaliknya, kalau kita ingin produk-produk yang bagus, maka siap-siaplah mesti keluar uang lebih banyak.

Inilah salah satu persepsi yang bisa kita ekploitasi di benak market. Ini pula yang Saya praktekkan saat menjual buku-buku Saya yang harganya ‘gak wajar’ dan di atas harga normal. Tapi walaupun harganya selangit, tapi penjualannya tidak pernah sepi. Alhamdulillah, izin Allah, selalu laris dan diterima pasar dengan baik. Kenapa?

Karena orang akan penasaran, “ini kok buku mahal banget? Kayanya bagus…”

Tinggal selanjutnya, tugas kita memastikan persepsi market tersebut tidak berubah ketika menerima value kita. Caranya? Hadirkan produk yang layak jual dengan harga tinggi. Lebihi ekspetasi mereka… Jangan buat mereka kecewa.

Darimana persepsi mahal terbentuk?

Persepsi mahal bisa dibentuk dari tampilan atau kemasan yang bagus, desain-desain yang ekslusif, dampak yang benar-benar terasa, kualitas yang terjaga, dan eklslusivitas penjualan.

Mana yang akan Anda mainkan?
Silakan pikirkan…

Kedua, RAMAI = LARIS

Produk-produk yang ramai menunjukkan produk tersebut laris di pasaran.

Misalkan Anda berkunjung ke sebuah mall dan berniat membeli handphone. Toko A ramainya minta ampun. Toko B sepinya kaya kuburan. Kemana Anda akan membeli handphone? Toko A atau B?

Kemungkinan besar, Anda akan memilih toko A. Kenapa? Karena tokonya ramai. Ramai artinya bagus.

Yang ramai, itulah yang akan dijujungi oleh market kebanyakan? secara tidak sadar.

Contoh lain, ketika teman Facebook Anda posting status tentang tumpukan dan packingan yang banyak, hal tersebut memicu kita beranggapan bahwa produknya laris di pasaran. Benar? Pertanyaannya, apakah benar-benar laris? Jangan-jangan, itu stok yang belum kejual. Hehe…

Darimana persepsi ramai terbentuk?

Persepsi ramai bisa terbentuk dari jumlah pengguna, angka share yang tinggi, foto-foto keramaian di toko, screenshoot chit-chat pelanggan yang diposting harian, foto packingan harian, foto tumpukkan resi pengiriman, tulisan “Sold Out”, tulisan “Laris”, dsb.

Mana yang akan Anda mainkan?
Silakan pikirkan…

Ketiga, DIREKOMENDASIKAN = DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN

Produk-produk yang direkomendasikan oleh pihak yang memiliki authority cenderung mudah mendapatkan kepercayaan market karena bisa dipertanggung jawabkan.

Itulah kenapa konsep endorse di Instagram works. Kenapa? Karena direkomendasikan oleh artis / endorser yang sudah memiliki basis followers yang besar.

Itu pula yang menyebabkan kalau kita lagi makan di restoran yang menunya ada tulisan “rekomendasi chef”, akan lebih dilirik ketimbang menu yang biasa-biasa saja. Betul?

Karena yang direkomendasikan dapat dipertanggungjawabkan…

Darimana persepsi ini terbentuk?

Anda bisa meminta testimoni konsumen, endorsement dari artis/selebritis, dukungan dari orang-ora

ng yang punya authority, mengumpulkan banyak penghargaan, mendapatkan review & ratting yang tinggi, liputan media, mengikuti sertifikasi, dan cerita / kisah sukses dari penggguna.

Mana yang akan Anda mainkan?
Silakan pikirkan…

Inilah tiga kepercayaan market yang bisa Anda eksploitasi untuk meningkatkan omset penjualan produk Anda.

Dapat manfaat?
Semoga bermanfaat…

By : Dewa Eka Prayoga